Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mendapat penanganan fisik berkebalikan

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sudah tampak jenius bermain sepak bola saat masih duduk disekolah dasar. Tim-tim besar dengan senang hati berinvestasi pada pemain yang sekarang dipandang sebagai dua bintang terbaik dunia itu.

Meski keduanya sama-sama pemain terbaik, perlakuan para dokter kepada mereka sangat berbeda. Perbedaan ini terjadi karena hasil tes fisik saat mereka berusia 11 tahun.

Ronaldo diuji fisik oleh para dokter tim Sporting Lisbon, tempatnya bermain di Lisabon, Portugal. Adapun Messi oleh dokter tim River Plate karena ia melamar di tim dari Buenos Aires, Argentina, itu.

“Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kepadatan tulang Ronaldo buat memperkirakan pertumbuhannya,” kata Marques de Freitas, seorang eksekutif Sporting Lisbon. “Para dokter ingin tahu berapa tinggi ia nantinya.”

Tes itu memperlihatkan Ronaldo akan tumbuh tinggi, bisa mencapai 189cm. Nasib berkebalikan muncul dari hasil tes Messi. Tinggi Messi diperkirakan tidak akan melebihi 140cm.

Ronaldo dan keluarganya tentu saja bisa tersenyum dengan tes ini. Yang mereka lakukan hanya memastikan pertumbuhan badan alaminya tidak terganggu. Penting bagi pemain sepak bola yang tinggi agar tidak bermain terlalu banyak saat muda. Jadi Sporting kadang tidak menurunkannya ke lapangan karena alasan ini.

Ramalan para dokter saat ia berusia 11 tahun ini tidak jauh berbeda dengan kenyataannya sekarang, yang tingginya 1.85m. Fisik yang tinggi ini ditunjang dengan latihan fisik sehingga postur tubuhnya sangat ideal sebagai pemain sepak bola.

Nasib berkebalikan dialami Messi. Ramalan tinggi badan maksimal 140cm itu seperti menghancurkan impian si pemain dan seluruh keluarganya. Setrampil apapun ia bermain sepak bola, dengan tinggi badan 140cm, Messi tidak bisa menjadi pemain professional.

Sejak kecil, tinggi badannya memang bermasalah. Saat pertama kali masuk sekolah dasar, gurunya tidak mengizinkan ikut bermain sepak bola seperti teman-teman yang lain karena badannya terlalu kecil. Baru setelah Messi membuktikan pintar memainkan bola, gurunya selalu menurunkan dia di lapangan.

Semula Messi bergabung dengan tim anak-anak Newell’s Old Boys, klub tempat Diego Maradona mengakhiri karier. Tapi ayahnya, Jorge, ingin ia bermain di tim terkenal Bueno Aires, River Plate.

Masalah muncul saat River Plate menguji fisik Messi. “Anak Anda memiliki ketrampilan yang nyaris tak bisa dipercaya,” kata dokter tim itu kepada Jorge. “Tapi ada masalah, ia kekurangan hormon tinggi badan. Badannya hampir berhenti tumbuh.”

Jorge diberi tahu bahwa ada obat untuk masalah tinggi badan ini. Tapi biayanya mencapai US$ 900 (sekitar 8 juta) sebulan. Jumlah ini sangat besar apalagi, pada tahun 1988, Argentina sedang mengalami krisis ekonomi.

Ayah Messi, yang bekerja sebagai buruh pabrik, tidak sanggup menanggung biaya sebesar itu. River Plate ataupun Newell’s Old Boys pun tidak sanggup menanggung biaya dimasa krisis.

Keluarga itu memutar otak dan mencari klub kaya Eropa yang mungkin bersedia mengontrak si anak dengan kompensasi membayari biaya pengobatan. Karena keluarga Messi memiliki sanak keluarga di sekitar Barcelona, Spanyol, mereka pergi ke klub terkemuka di kota itu.

Mereka meminta Barcelona FC menguji anak mereka. “Dalam dua menit, saya melihat kecepatan dan ketrampilan serta memutuskan akan mengontraknya,” kata Charles Rexach, Direktur Teknik Barcelona saat itu. Messi tidak mengecewakan. Dalam pertandingan pertama berseragam Barcelona, ia mencetak lima gol.

Ketrampilan ini membuat Barcelona bersedia membayari terapi Messi yang mahal. Hasilnya memang jauh dari tinggi badan Ronaldo yang 185cm. Messi hanya bertinggi 168cm. Tapi ini sudah jauh lebih baik daripada perkiraan semula jika tidak menjalani terapi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: